Awan Kelabu Unai Emperor

Awan Kelabu Unai Emperor

Onlinecelebrexnoprescription.net – Susah memikirkan apakah yang saat ini berada di pikiran Unai Emery, Manajer Arsenal. Kira-kira, pusing lah pikiran ia. Entahlah dari tempat mana datangnya petuah menyakitkan ini. Yang pasti, tahun pertama manajer berkebangsaan Spanyol ini telah cukup kelam.

Hadir dari hingar-bingar Kota Paris bersama dengan amunisi yang elegan saat itu, Emery seperti orang yang selamat dari jentikan jari Thanos diInfinity War setibanya ia di London. Huru-hara yang tersisa mesti diperbaiki, jika dapat secepat-cepatnya. Semua mesti disegerakan walau kemampuan yang dipunyai seadanya. Desakan muncul dari semua arah. Sampai kita melupakan inti satu proses. Bahkan juga, Monkey D. Luffy, protagonis penting serial anime One Piece, belum jadi Raja Membajak Laut sampai detik ini. Dii dunia sepakbola juga, proses benar-benar diagungkan.

Armada kuat Manchester City komando Pep Guardiola tidak langsung melesat cahayanya. Awal musim mengerikan tiada sebiji juga trofi sempat dilalui bekas Pelatih Barcelona itu. Jürgen Klopp pun butuh tiga musim untuk bangun Liverpool seperti demikian rupa. Bahkan juga pada musim pertamanya di Anfield, Klopp mesti meredam pilu sebab anak asuhannya tercecer di tempat ke-8 klassemen akhir Premier League.

Baca Juga : Tabur Tuai Arsenal dan Manchester City

Tidak segampang itu, Ferguso!

Memang, momen yang berlangsung di tim The Gunners waktu cukuplah memprihatinkan. Beberapa pemain akhir-akhir ini tampil dibawah standard. Banyak pihak yang menuding Emery kebanyakan berspekulasi masalah strategi. Diluar itu, masalah kedalaman scuad yang ada tidak dapat disepelekan. Aspek di luar strategi dapat juga jadi memaksa Emery menenggak Baygon sebab kepusingan. Pengakuannya beberapa minggu lantas seolah memberikan indikasi begitu mengkhawatirkannya keadaan Arsenal saat ini.

Bekas Pelatih Sevilla itu menjelaskan jika Januari ini Arsenal tengah “pailit”. Arsenal dimaksud akan tidak keluarkan uang untuk menghadirkan pemain, terkecuali melalui persetujuan peminjaman. Susah diakui jika kesebelasan besar seperti Arsenal alami keadaan sepelik ini.

Belum juga Kepala Pencari Talenta Arsenal, Sven Mislintat, diberitakan akan tinggalkan kesebelasan beberapa waktu ke depan. Menjadi info, sewaktu di Borussia Dortmund, Mislintat bertanggungjawab atas penerimaan pemain seperti Robert Lewandowski, Shinji Kagawa, sampai Christian Pulisic. Beredar berita jika Mislintat malas meneruskan kerja sama sebab komunikasi yang kurang baik dengan direksi kesebelasan, termasuk juga Emery. Diluar itu, kurangnya dana, diindikasi jadi pemicu spesial kenapa ambisinya tidak searah dengan kesebelasan.

Sabar ya, bang. Namanya pun kesebelasan misqueen.

Semua sudah sepantasnya berlangsung. Perihal ini berawal saat kesebelasan mulai jor-joran keluarkan dana untuk pemain yang andilnya tidak sangat besar. Sebelum Emery datang, permasalahan ini telah menghantui pikiran Arsène Wenger. Diluar itu, beban upah yang jomplang membuat kesebelasan berfikir seribu kali untuk berbelanja sesuka hati.

Prestasi yang diimpikan juga masih juga dalam angan belaka. Minim prestasi, automatis minim pemasukan. Kesebelasan telah dua musim mangkir di Liga Champions. Ini bermakna pemasukan tidak se-ashoy waktu mereka bermain di Liga Champions. Ditambah dana yang ada hampir 100% buah keringat kesebelasan sampai kini. Pemilik Arsenal yang kaya-raya juga tidak sudi mengikhlaskan beberapa hartanya untuk kemaslahatan club.

*Bisnis yang bagus, Mr. Kroenke. *

Jadi tidak aneh saat didapati pembaharuan kontak Aaron Ramsey tidak diduga mandek. Waktu bakti yang lumayan lama serta andilnya yang besar, telah selayaknya dihargai lebih dengan meningkatkan upahnya. Akan tetapi harga yang telah disetujui entahlah mengapa dibatalkan oleh pihak kesebelasan. Beban upah pemain yang cukuplah tinggi juga telah mulai diperhitungkan. Pemain yang bergelut dengan cedera tetapi bergaji tinggi demikian memberatkan club. Dibutuhkan kepala dingin untuk menyelesaikan kesusahan ini.

Agenda berat telah menunggu di muka. Sesudah kalah 1-3 dari Man City (04/02), nasib Arsenal untuk finish setinggi-tingginya di papan klassemen tergantung pada beberapa laga ke depan. Sang entrenador mesti selekasnya mengolah ramuan pas untuk pertandingan setelah itu.

Kesempatan sangat sesuai kenyataan memang finish di zone empat besar. Bila mereka mulai bisa menang kembali, kesempatan untuk mendekatkan harapan supaya satu slot lolos Liga Champions musim depan masih tetap terbuka. Akan makin susah bila nanti Aubameyang serta kolega kalah. Intinya harus menang.

Satu kali lagi, butuh dimaklumi bila memang musim ini perform Arsenal cukuplah bobrok. Kondisi dan situasi yang berlangsung tidak dapat dikesampingkan kenapa “tragedi” ini dapat berlangsung. Tak perlu mempersalahkan siapa saja sebab semua masih juga dalam proses “revolusi”.

Perlu waktu yang tidak dapat dipastikan persisnya, kapan semua rencana itu membawa hasil. Jangan sampai pun memandang sepele kemampuan Unai Emery. Prestasinya di Spanyol serta Perancis tidak dapat diremehkan.

Yang sebegitu superiornya seperti Real Madrid saja dapat alami musim jelek, ditambah lagi kesebelasan yang di luar saja telah tampak tidak mencukupi masalah cost di banding kesebelasan besar lainnya. Keinginan tetap ada pada segelintir pengagum yang terbesit di pikirannya satu kebimbangan. Baik atau jelek, mereka akan tetap berjibaku memberikan suport sepenuh hati untuk kesebelasan yang mereka sayangi. Cepat atau tidak sangat lamban, Arsenal akan jadi kesebelasan elite yang disegani kembali. Yakinlah!