James Milner Sang Panutan

Agen Judi Online – Peranan James Milner buat Liverpool tidak hanya pemain di atas lapangan. Lebih jauh kembali, ia ialah contoh buat beberapa pemain muda The Reds.

Milner turun jadi starter saat The Reds berkunjung ke Milton Keynes Dons di Piala Liga Inggris 2019/20, Kamis (26/9/2019) pagi hari WIB. Di pertandingan itu, Liverpool banyak turunkan beberapa pemain muda yang masih berumur dibawah 20 tahun.

Milner, 33 tahun, juga jadi punggawa Liverpool yang paling senior di lapangan. Usianya hampir 2x lipat dibandingkan beberapa pemain belia Liverpool. Salah satunya Harvey Elliot yang berumur 16 tahun, Rhian Brewster (19), Curtis Jones (18), serta Ki-Jana Hoever (17).

Walau jadi pemain yang paling veteran, Milner masih dapat jadi bintang lapangan. Dia sukses cetak satu gol serta satu asisst, dan bawa Liverpool menang 2-0 atas MK Dons.

Baca Juga : Demi Barcelona, De Jong Tolak Man City dan PSG

Selesai laga, Juergen Klopp juga langsung melemparkan pujiannya pada Milner. Menurut dia, bekas pemain Manchester City itu ialah contoh bagus buat beberapa pemain muda.

“Tentunya Milner sedang penuh semangat, demikianlah serta itu bagus. Hal itu benar-benar menolong, dia teladan riil buat beberapa pemain muda. Betul-betul hebat,” tutur Klopp diambil dari Mirror.

“Pemain yang paling memiliki pengalaman serta punyai irama paling banyak ialah pemain paling baik di lapangan. Kami di sini untuk memenangi laga, tidak ada fakta lain,” imbuhnya.

Berkaitan beberapa pemain muda The Reds, manager berumur 52 tahun itu menjelaskan bila masih butuh untuk menunjukkan diri di lapangan. Hal itu untuk keberlangsungan profesi mereka ke depan.

“Kita tak perlu membuat yang semakin besar dari yang dibutuhkan. Mereka bagus, tapi kami tidak harus menjelaskan yang ini ada serta yang ini tidak. Mereka ada di lingkungan yang pas, itu yang penting,” kata Klopp.

“Kami yakin dengan mereka, yang perlu konsentrasi mengambil langkah ke depan. Beberapa pemain muda kami dengan alamiah fit, tapi harus melihat bila ini bukan bermain-main . Mereka harus merasakan di lapangan,” tutupnya.